Entry: The Royal Family Nov 19, 2007



Salam damai pembaca budiman...

Eh gw mau crita tentang keluarga bangsawan neh... kayak jaman2 dulu gitu deh... Coba bayangin aja deh yah...

Ini keluarga bangsawan yang tokoh ayahnya tuh orang yang dulunya "powerful" di masyarakat. Punya pengaruh, uang, de el el... Tapi sekarang dia cuma fosil dari kehidupannya dahulu... Setelah semua kuasa dan kekayaannya disedot habis oleh intrik rekan-rekannya sesama bangsawan, dia jadi mengurung diri di istananya dan menenggelamkan diri dalam ritual dan doa yang tiada habisnya. Tapi semua ritual dan doa yang ia jalankan hanyalah sebuah formalitas semata dan usahanya untuk lari dari realitas. Dia selalu memaksa keluarga dan orang disekitarnya untuk ikut dalam ritual tersebut, tanpa menjalankan arti sebenarnya dalam kehidupannya... Berhubung "post-power syndrome", ia sekarang ini suka mengatur. padahal dalam keluarganya, ia tak punya kuasa sama sekali... Tak ada yang menghormati dia dan yang dirasakan hanya rasa kasihan yang tidak ada habisnya...

istri dari sang ayah (sang ibu) adalah perempuan dari keluarga rakyat biasa. Ia dan keluarga besarnya bergelimang dengan kemewahan. Sekarang, ia menjadi stres karena tidak ada lagi yang bisa digantungkan... Cuma kemampuannya menjalankan usaha and nothing more. Sejak dulu karena masa lalunya yang kelam, ia menjadi sangat paranoid dan rasis. Keluarga besarnya bagaikan menyetir dirinya. Semua keluarga besarnya adalah sekumpulan hipokrit rasis yang membenci keberagaman...

Sementara anak pertamanya AKA sang "Tuan Putri" adalah gadis yang dipikirnya baik oleh keluarganya. Dia diberikan semua kemewahan dalam kehidupannya sehingga ia menjadi seorang yang terus mau diayani dan dituruti... Ia sangatlah cerdas hingga mampu memanipulasi pikiran orang lain dengan kata-kata... Bhakan seringkali ia seakan berkata yang tiada artinya, namun mampu membuat orang lain berpikir sesuai kehendaknya...

Sang bungsu adalah calon pewaris takhta dari keluarga ini. Dibesarkan secara keras untuk dipersiapkan mengambil alih segala yang dimiliki keluarga ini. namun sekarang saat mereka telah kehilangan segalanya, sang bungsu bagaikan anak panah tanpa sasaran. Tak jelas arah tujuannya. Kerapkali menjadi sasaran di keluarganya walaupun ia mencoba untuk memberikan yang terbaik. Namun itu takkan pernah cukup... Impian terbesarnya adalah keluar dari beban kebangsawanannya dan secepatnya mencari kehidupannya sendiri... 

Di keluarga ini, semuanya bisa dengan cepat berubah. Yang satu bisa bersekutu dengan yang lainnya untuk melawan pihak yang sedang dibenci namun keadaan bisa berbalik dengan begitu cepatnya dalam hitungan jam saja... namun di depan publik, mereka bisa menjadi keluarga bangsawan yang seolah-olah sangat harmonis dan baik sejahtera... Padahal, busuk sekali dalamnya...

Wel,, cobalah pikirkan saja yah... Mungkin gak sih ada keluarga kayak gitu? Serem juga yah? Huahahahaha.... Think again... Just think again people...

Ok deh sekian dulu y... Thanks a lot... nanti ini gua sambung lagi deh (Bikin novel seru nih...)

Have a nice day, God Bless...

Klemens

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments